Archive Pages Design$type=blogging

Media Sosial dan Terorisme

Saat ini media sosial sudah menjadi media baru penyebaran terorisme. Pengguna media sosial diharapkan mampu menghindari hal tersebut dengan menyebarkan konten positif.

(17/4)Hamli, Direktur Pencegahan BNPT menyampaikan penyebaran radikalisme dan terorisme dalam acara Seminar Nasional Medsosku Masa Depanku. [Doc.BP2M/Fiskal]

Semarang linikampus.com-Selasa (17/4) Duta Damai Dunia Maya Regional Jawa Tengah menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk ‘Medsosku Masa Depanku’ di Gedung Dekanat Fakultas Teknik (FT) lantai tiga Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Ketua Panitia acara, Feri Febriyanto dalam sambutannya menyatakan bahwa saat ini media sosial sudah menjadi media baru penyebaran terorisme. Ia juga berharap agar pengguna media sosial mampu menghindari hal tersebut dengan menyebarkan konten positif. 

“Melalui kegiatan ini saya harap peserta mampu terhindar dari pengaruh buruk radkalisme di media sosial,” ujar mahasiswa kelahiran Lampung ini.

Wirawan Sumbodo, Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan Fakultas Teknik Unnes selaku perwakilan pejabat Unnes menyatakan bahwa media sosial sudah menjadi salah satu media pembentuk karakter bangsa. Ia juga menjelaskan bahwa tugas pendidik dalam membentuk sumber daya manusia suatu negara juga bisa dilakukan lewat media sosial. 

“Jika kita tidak menjadikan perbedaan sebagai suatu kendala, maka kita bisa menjadi negara maju,” tutur Wirawan, dosen Teknik Mesin Unnes.

Salah satu dari tiga pemateri, Direktur Pencegahan Badan Nasional Pencegahan Terorisme (BNPT), Hamli menunjukkan sebuah video testimoni di depan para peserta seminar. Isi video itu sensalah satu pelaku bom bunuh diri JW Marriot dan Ritz Carlton sebelum melakukan aksinya. 

Dalam video yang diambil pada tahun 2009 ini, Hamli menjelaskan bahwa pelaku bom yang bernama Nana tersebut masih berusia 17 tahun.

Hamli menyanyangkan bahwa saat ini banyak pelaku aksi teror berasal dari kalangan muda. “Sudah 17 pemuda yang menjadi pelaku aksi bom bunuh diri di Indonesia,” tandas pria lulusan sarjana Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) ini. 

Selain itu ia juga berharap agar peserta seminar untuk membuat kontra-narasi untuk mencegah dampak buruk terorisme di media sosial.

Selanjutnya, pemateri lain, Wahid menjelaskan bahwa ada potensi besar membuat konten tentang perdamaian dan keberagaman. Terutama untuk melawan konten propaganda teroris di dunia maya. 

Namun, pembuat konten di Youtube ini menggaris bawahi bahwa konten yang menarik tergantung bagaimana menyajikannya. Selain itu, ia juga memberikan tips kepada peserta untuk membuat konten positif di dunia maya. 

“Yang penting kawan-kawan mampu menciptakan nuansa damai kepada penikmat konten yang kalian buat,” ujar pria yang channel Youtuben-ya mencapai 175.530 subscriber itu.

Senada dengan Wahid, Attok Rintawan, pemateri terakhir ini juga memberikan tips untuk membuat akun media sosial kita memberi nuansa damai ke pengguna lain. Admin situs dan media sosial inibaru.id ini mencontohkan untuk tetap memberi respon positif.

 “Interaksi kita di media sosial menjadi pengaruh bagi para pengguna media sosial yang melihat konten karya kita. Apalagi kalau interaksi kita positif,” tutur pria yang akrab disapa Attok ini.

Novi Dwi Lestari, salah satu peserta seminar tersebut berpendapat bahwa media sosial yang mudah diakses saat ini memang menjadi salah satu faktor mudahnya penyebaran terorisme. “Kita harus lebih berhati-hati lagi dalam bermedia sosial,” tandas mahasiswi jurusan Psikologi ini.

[Fiskal, Uswatun]

COMMENTS

Name

Advertorial Berita buku Cerpen dee lestari Desa Diskusi Editorial event Express Feature film gaya Gazebo HAM Headline Indepth new info infografis Inspirasi Jepret Kampus Komunitas Laporan Utama Musik Nuansa Opini PDF EXPRESS PDF NuansA Pers Liris pgsd pgsd tegal Pilrek pjd polling Populer Profil Puisi reggae Resensi Riset Sastra Sekaran Semarangan Seni Sinema slide Student Journalism supernova Teater Tesa Tradisional Travelista Unnes Wacana Wanita Wawancara
false
ltr
item
BP2M: Media Sosial dan Terorisme
Media Sosial dan Terorisme
Saat ini media sosial sudah menjadi media baru penyebaran terorisme. Pengguna media sosial diharapkan mampu menghindari hal tersebut dengan menyebarkan konten positif.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5ydx-qpFjIA2RyFSBxY6OUWFRd-jYaENOPxGNAj0P-RRNpOLBE1vvxRaUUYrCQaoQ5UVfN92b28dUoMmbxkI5G6JmLSY7K7HANhvl7bkEJURfc7bnMG0xqmblbieBmQcxUI3Ae8NTySQw/s320/WhatsApp+Image+2018-04-17+at+19.54.19.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5ydx-qpFjIA2RyFSBxY6OUWFRd-jYaENOPxGNAj0P-RRNpOLBE1vvxRaUUYrCQaoQ5UVfN92b28dUoMmbxkI5G6JmLSY7K7HANhvl7bkEJURfc7bnMG0xqmblbieBmQcxUI3Ae8NTySQw/s72-c/WhatsApp+Image+2018-04-17+at+19.54.19.jpeg
BP2M
https://bp2m-unnes.blogspot.com/2018/04/media-sosial-dan-terorisme.html
https://bp2m-unnes.blogspot.com/
http://bp2m-unnes.blogspot.com/
http://bp2m-unnes.blogspot.com/2018/04/media-sosial-dan-terorisme.html
true
2737708637901590966
UTF-8
Maaf Tulisan tidak di temukan, silahkan kembali ke halaman utama Lihat Semua Baca Selengkapnya Balas Cancel Balasan Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS Perlihatkan Semua RECOMMENDED FOR YOU MENU ARSIP PENCARIAN Kata Kunci yang kamu cari tidak ditemukan. silahkan kembali ke halaman utama Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sept Okt Nov Des Sekarang 1 menit lalu $$1$$ Menit yang lalu 1 hour ago $$1$$ Jam yang lalu Yesterday $$1$$ Hari lalu $$1$$ Minggu lalu Lebih dari satu Minggu