Archive Pages Design$type=blogging

Riuh dalam Sunyi

Tubuh Wiji dalam film ini mempuisikan pembungkaman pada masa orde baru. Hak bicara masyarakat dibatasi. Bicara sedikit saja, penangkapan hingga “menghilang” menjadi risiko yang harus diambil.


Oleh : Lalu Muhammad Jazidi
 
Judul         : Istirahatlah Kata-Kata
Sutradara   : Yossep Anggi Noen
Tahun         : 2017 (bioskop)
Sesungguhnya suara itu tak bisa diredam | mulut bisa dibungkam | namun, siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang | dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku – Sajak Suara karya Wiji Thukul.

Wiji menunjukkan bahwa rakyat tidak bisa dibungkam begitu saja. Pembungkaman dan pembredelan media massa tidak bisa menghentikan nyanyian bimbang rakyat. Rakyat akan selalu menemukan cara lain mengekspresikan kegelisahannya. 
 
Wiji Thukul adalah seorang buruh plitur sekaligus penyair. Melalui puisi-puisinya, Wiji berjuang melawan rezim Orba. Selanjutnya, pada tahun 1994 Wiji bersama seniman lainnya mendirikan Jaringan Kerja Kesenian Rakyat (JAKKER). Pergerakan kesenian itu tampaknya belum cukup bagi Wiji. Pada tahun 1996, Wiji ikut mendirikan Partai Rakyat Demokratik (PRD). 

Melihat sepak terjangnya tidak heran jika akhirnya Wiji masuk ke dalam daftar buronan pemerintah Orba. Film Istirahatlah Kata-kata berfokus pada masa pelarian ini dan menyajikan tekanan yang dialami sang tokoh. Khususnya pada masa Wiji bersembunyi di Pontianak, Kalimantan Barat.

Bagi para penonton mungkin nama Wiji Thukul hanyalah sebuah legenda. Terutama bagi mereka yang lahir mulai pertengahan tahun 1990-an. Mereka mungkin akan mengenal Wiji sebagai aktivis yang gencar melawan rezim Orba. Apalagi, jika mengutip puisinya: "Maka hanya ada satu kata: lawan!" Kita bisa memiliki bayangan seberapa keras kehidupan Wiji Thukul pada saat itu.

Namun, kita tidak akan melihat citra itu dalam film ini. Semasa pelarian, Wiji lebih banyak diam dan menyendiri. Hal ini sangat kontras dengan citra yang terbentuk dalam puisi-puisinya. Film ini menyuguhkan penderitaan seorang Wiji yang harus bersembunyi di Pontianak dan terpisah dari keluarganya. 

Gunawan Maryanto bisa dibilang cukup sukses dalam memerankan tokoh Wiji Thukul. Karakter Wiji Thukul harus dibawakan dengan tidak banyak bicara, namun tetap sarat makna. Gunawan sukses menggambarkan tekanan, kecemasan, rasa rindu keluarga yang dialami Wiji dengan menggunakan bahasa tubuhnya. Banyak adegan sunyi yang mengharuskan penonton bukan hanya membaca apa yang dikatakan Wiji, tetapi juga membaca mimik wajah dan gerak tubuhnya. 

Dalam film ini, banyak adegan sunyi tanpa dialog ataupun musik pengiring. Adegan sunyi yang bisa berlangsung lebih dari satu menit dibuat Gunawan tidak menjadi 'benar-benar' sunyi. Semua gerak tubuh Wiji ditampilkan dengan apik menjadi sajak yang riuh dalam kesunyian tersebut. Maka dalam film ini, Wiji Thukul tidak gencar lagi membuat puisi namun, tubuhnya sendiri yang telah berpuisi. Anggi Noen, Sutradara Istirahatlah Kata-Kata pernah mengatakan, “Kalau bicara mengenai Wiji dan puisi, menurut saya, tubuh Wiji Thukul itu puisi. Bahkan anaknya pernah bilang, 'Bapakku seperti puisi, singkat dan misterius.'"

Melalui adegan sunyi dengan puisi tubuh itulah pesan dalam film ini lebih banyak disampaikan. Tubuh Wiji dalam film ini mempuisikan pembungkaman pada masa orde baru. Hak bicara masyarakat dibatasi. Bicara sedikit saja, penangkapan hingga “menghilang” menjadi risiko yang harus diambil. Adegan yang sunyi (tidak banyak audio) menggambarkan hak bicara dan menyampaikan pendapat yang dibatasi. 

“Diam saja, jangan bicara! Bicara adalah dosa. Apalagi mengkritik-kritik pemerintah. Tetaplah diam jikau tak mau punya masalah!” Kira-kira begitulah kesan melihat adegan-adegan sunyi dalam film ini. Namun, di sisi lain apa yang ditampilkan berbeda. Meskipun diam, mereka tidak bisa ‘benar-benar’ diam begitu saja. Diam dalam era pembungkaman menjadi sebuah penderitaan bagi mereka yang peduli. Kemudian dalam pelariannya, Wiji digambarkan sebagai orang yang pendiam dan sering merenung. Meskipun begitu kita, dibuat mengetahui ada banyak hal yang ada dipikirannya. Saat tubuhnya sunyi, ternyata pikirannya riuh memikirkan bangsa ini.

Sekarang era telah berubah. Sudah bukan lagi masanya pembungkaman. Setiap orang memiliki hak menyampaikan pendapat dengan bebas. Bahkan, beberapa pihak memandangnya sebagai kebebasan yang sudah terlalu berlebihan. Kita bisa berriuhria tanpa takut tiba-tiba menghilang dari muka bumi.

Namun, kini muncul pertanyaan dan masalah baru. Apa yang kita suarakan saat ini? Apakah yang kita riuhkan adalah kebenaran, fakta, keadilan atau hanya kebohongan, hoax, kepentingan diri sendiri, atau apa?

*Mahasiswa Ilmu Politik

COMMENTS

Name

Advertorial Berita buku Cerpen dee lestari Desa Diskusi Editorial event Express Feature film gaya Gazebo HAM Headline Indepth new info infografis Inspirasi Jepret Kampus Komunitas Laporan Utama Musik Nuansa Opini PDF EXPRESS PDF NuansA Pers Liris pgsd pgsd tegal Pilrek pjd polling Populer Profil Puisi reggae Resensi Riset Sastra Sekaran Semarangan Seni Sinema slide Student Journalism supernova Teater Tesa Tradisional Travelista Unnes Wacana Wanita Wawancara
false
ltr
item
BP2M: Riuh dalam Sunyi
Riuh dalam Sunyi
Tubuh Wiji dalam film ini mempuisikan pembungkaman pada masa orde baru. Hak bicara masyarakat dibatasi. Bicara sedikit saja, penangkapan hingga “menghilang” menjadi risiko yang harus diambil.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxFNGnucz5PVSxPwhxFnzlejl7IrwcWEFX3g5pE523GEFiMAU9kikDaU5G6FVS5ig-L_XvsG3Kg0hRzhSuDK2_sr-PM81kdQb745RyezFP2vxyJKynk_6MMjnaTf20QmYukmFpi4Uz-3DI/s200/Resensi+-+Istirahatlah+kata-kata.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxFNGnucz5PVSxPwhxFnzlejl7IrwcWEFX3g5pE523GEFiMAU9kikDaU5G6FVS5ig-L_XvsG3Kg0hRzhSuDK2_sr-PM81kdQb745RyezFP2vxyJKynk_6MMjnaTf20QmYukmFpi4Uz-3DI/s72-c/Resensi+-+Istirahatlah+kata-kata.jpg
BP2M
https://bp2m-unnes.blogspot.com/2017/01/Resensi-Film-Istirahatlah-Kata-Kata.html
https://bp2m-unnes.blogspot.com/
http://bp2m-unnes.blogspot.com/
http://bp2m-unnes.blogspot.com/2017/01/Resensi-Film-Istirahatlah-Kata-Kata.html
true
2737708637901590966
UTF-8
Maaf Tulisan tidak di temukan, silahkan kembali ke halaman utama Lihat Semua Baca Selengkapnya Balas Cancel Balasan Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS Perlihatkan Semua RECOMMENDED FOR YOU MENU ARSIP PENCARIAN Kata Kunci yang kamu cari tidak ditemukan. silahkan kembali ke halaman utama Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sept Okt Nov Des Sekarang 1 menit lalu $$1$$ Menit yang lalu 1 hour ago $$1$$ Jam yang lalu Yesterday $$1$$ Hari lalu $$1$$ Minggu lalu Lebih dari satu Minggu