Archive Pages Design$type=blogging

Dedemit dalam Ketoprak Gaul

Di tengah malam, bayi tersebut menangis karena kelaparan. Kuntilanak mondar-mandir kebingungan tak tahu harus berbuat apa. Ia sadar tidak dapat memberikan susu untuk bayinya yang kelaparan. Untuk menenangkan bayinya yang terus menangis, Kuntilanak menyenandungkan lagu agar bayinya tenang. Kawanan dedemit yang mendengar lagu Kuntilanak datang menghampirinya, menawarkan bantuan.

Kawanan dedemit menghampiri kuntilanak yang menggendong bayinya yang tengah menangis. [Doc.BP2M/Aditya]

Di tengah rintik hujan, semilir angin berhawa dingin terasa sampai kulit. Di teras gedung B6 Fakultas Bahasa dan Seni terlihat orang-orang tengah mengantre presensi kehadiran. Segelas kopi hitam telah siap di tangan masing-masing penonton yang akan menonton pertunjukan.  

Memasuki ruang gedung, gapura kardus berwarna coklat dan gubuk-gubuk di atas panggung menyambut. Kelap-kelip lampu menyorot panggung. Tidak ada kursi-kursi di sana, penonton duduk lesehan dari barisan depan hingga belakang, menunggu pagelaran bertajuk Ketoprak Gaul dipentaskan.

“Dek sampeyan ten pundi to?” pembawa acara laki-laki memanggil rekannya. Tengak-tengok dengan raut muka bingung, pembawa acara perempuan yang dicari-cari seketika menyahut, “Lah, aku nang kene loh mas. Aku nang tengah-tengahe para peserta. Kedua pembawa acara itu pun bertemu, menyampaikan sedikit mengenai pertunjukan ketoprak pertama malam itu yang berjudul Lahir Sakjroning kubur.

Lampu padam. Suara burung hantu menyibak kesunyian, memberi sentuhan mencekam. Seorang raja datang membopong jasad perempuan hamil yang merupakan selirnya. Tak lama setelah jasad dikubur, terdengar suara tangis yang bersumber dari dalam kubur, disusul tawa cekikikan perempuan. Jasad perempuan dalam kubur itu melahirkan jabang bayi. Sang ibu yang telah menjadi kuntilanak itu menggendong anaknya yang baru lahir keluar dari tumpukan tanah kubur. Tawa cekikikan dipekakan kuntilanak hingga masuk pemukiman warga. Sontak, penduduk panik. Takut. Mereka tak berani keluar rumah.

Di tengah malam, bayi tersebut menangis karena kelaparan. Kuntilanak mondar-mandir kebingungan tak tahu harus berbuat apa. Ia sadar tidak dapat memberikan susu untuk bayinya yang kelaparan. Untuk menenangkan bayinya yang terus menangis, Kuntilanak menyenandungkan lagu agar bayinya tenang. Kawanan dedemit yang mendengar lagu Kuntilanak datang menghampirinya, menawarkan bantuan.

“Anakmu kenopo kok nangis wae?” tanya salah satu dedemit. Setelah mendengar penjelasan Kunti, para dedemit menyarankan memberi makan bayi dengan pisang. Bagaimana cara kuntilanak memperoleh pisang untuk makanan jabang bayinya? Tidak mungkin pergi ke pasar membeli pisang. Selain karena kuntilanak tidak dapat dilihat orang dengan mata telanjang, Kunti pun tidak memiliki uang.

“Yaa wes maling wae neng kebon,” celetuk demit. Sebentar kemudian, celetukan itu dibalas dedemit lain. “Mencuri itu tidak terpuji!”

Singkat cerita, para dedemitlah yang mencuri pisang untuk diberikan kepada bayi kuntilanak yang menangis. Setelah itu, dalam sekejap sang bayi pun terdiam. Lalu bayi itu dibawa kembali ke kuburan.

Di tempat lain, warga menceritakan teror dedemit di tengah malam kepada raja. Suara tangis bayi kembali terdengar. Raja beserta warga sembunyi di dalam rumah. Dedemit beserta kutilanak kembali datang. Raja dan para punggawanya akhirnya membranikan diri mengikuti sumber suara. Ternyata memang benar, suara yang meneror warga belakangan ini bersumber dari makam seorang wanita. Raja pun berniat membunuh kuntilanak itu dan berencana membawa anak yang terlahir dalam kubur untuk dibawa ke kerajaan, namun nasib raja berakhir naas. Raja dibunuh oleh sang kuntilanak.


Pertunjukan ketoprak usai. Tepuk tangan bergemuruh. Para penonton tersihir apiknya para lakon memerankan tokoh dalam cerita. Suasana di luar gedung B6 masih diwarnai rintik hujan yang membasahi tanah. Pertunjukan berlangsung sukses dan meriah. Hal itu diketahui dari antusiasme penonton yang hadir tidak hanya berasal dari lingkup Unnes, melainkan mahasiswa yang jauh datang dari Solo sengaja menyempatkan diri datang untuk menyaksikan pertunjukan ketoprak. Bondan, salah seorang mahasiswa Universitas Sebelas Maret ditunjuk pembawa acara maju ke depan menyampaikan kesan usai menonton ketoprak. “Ketoprakipun sanget sae, saestu pancen gaul.” [Adit, Admiati]

COMMENTS

Name

Advertorial Berita buku Cerpen dee lestari Desa Diskusi Editorial event Express Feature film gaya Gazebo HAM Headline Indepth new info infografis Inspirasi Jepret Kampus Komunitas Laporan Utama Musik Nuansa Opini PDF EXPRESS PDF NuansA Pers Liris pgsd pgsd tegal Pilrek pjd polling Populer Profil Puisi reggae Resensi Riset Sastra Sekaran Semarangan Seni Sinema slide Student Journalism supernova Teater Tesa Tradisional Travelista Unnes Wacana Wanita Wawancara
false
ltr
item
BP2M: Dedemit dalam Ketoprak Gaul
Dedemit dalam Ketoprak Gaul
Di tengah malam, bayi tersebut menangis karena kelaparan. Kuntilanak mondar-mandir kebingungan tak tahu harus berbuat apa. Ia sadar tidak dapat memberikan susu untuk bayinya yang kelaparan. Untuk menenangkan bayinya yang terus menangis, Kuntilanak menyenandungkan lagu agar bayinya tenang. Kawanan dedemit yang mendengar lagu Kuntilanak datang menghampirinya, menawarkan bantuan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFW_Y2qoluDS6ZBJIc7dhl8os4OZ4j2Y7ihrFIXZNBgMPDOVhpLZOJOLVZMFzIrS5M5t3AQkyvYK023x24SnVDzOF7APOLxHBAOt0C34g1Ig4wsKo82INy0pO4M2Yc1kTPRtSz58ML0pbu/s640/IMG_3651.JPG
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFW_Y2qoluDS6ZBJIc7dhl8os4OZ4j2Y7ihrFIXZNBgMPDOVhpLZOJOLVZMFzIrS5M5t3AQkyvYK023x24SnVDzOF7APOLxHBAOt0C34g1Ig4wsKo82INy0pO4M2Yc1kTPRtSz58ML0pbu/s72-c/IMG_3651.JPG
BP2M
https://bp2m-unnes.blogspot.com/2016/11/dedemit-dalam-ketoprak-gaul.html
https://bp2m-unnes.blogspot.com/
http://bp2m-unnes.blogspot.com/
http://bp2m-unnes.blogspot.com/2016/11/dedemit-dalam-ketoprak-gaul.html
true
2737708637901590966
UTF-8
Maaf Tulisan tidak di temukan, silahkan kembali ke halaman utama Lihat Semua Baca Selengkapnya Balas Cancel Balasan Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS Perlihatkan Semua RECOMMENDED FOR YOU MENU ARSIP PENCARIAN Kata Kunci yang kamu cari tidak ditemukan. silahkan kembali ke halaman utama Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sept Okt Nov Des Sekarang 1 menit lalu $$1$$ Menit yang lalu 1 hour ago $$1$$ Jam yang lalu Yesterday $$1$$ Hari lalu $$1$$ Minggu lalu Lebih dari satu Minggu