Sikat Sana-sini
| Salah satu adegan lakon Sikat Sana-sini! [Doc. Lab Usmar Ismail] |
“Mbah
Sukirmin…Mbah… maafkan warga desa ini Mbah… Mbah Sukirmin… maafkan warga desa…”
Itulah sepotong penggambaran adegan terakhir pementasan
lakon “SIKAT SANA SINI!” yang digelar di gedung B6 FBS (14/3) oleh komunitas
teater dari jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia yang dikenal dengan sebutan Laboratorium
Teater Usmar Ismail. Pementasan malam itu digelar dalam rangka mengawali Pentas
Keliling ke sejumlah kota di Jawa Tengah.
Malam cukup panas di dalam gedung B6, ditambah gerimis yang turun tidak terburu-buru. Penonton terbawa masuk ke sebuah desa penuh resah dan kegegeran setiap harinya. Lakon yang dipentaskan Laboratorium Teater Usmar Ismail ini diangkat dari sebuah obrolan ringan antara Benny (ide cerita) dan Imam (sutradara) di warung burjo langganan. “Lakon ini merupakan lakon tanpa naskah yang hanya mengandalkan tatap muka di setiap latihan serta pengembangan dialog yang dilakukan seluruh pemain secara mandiri,” ujar Imam, sang sutradara lakon tersebut.
Pementasan ini merupakan awal dari rangkaian Pentas
Keliling Laboratorium Teater Usmar Ismail di awal April 2016 mendatang. Pertama, LTUI akan pentas di Purwokerto,
tepatnya di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Kemudian dilanjutkan ke Taman
Budaya Jawa Tengah di Solo, lanjut ke Universitas Muhammadiyah Magelang.
