Archive Pages Design$type=blogging

"Konservasi" yang Makin Melempem

Ramadan penuh berkah, ada diskusi menyoal masa depan. Rektor Unnes yang punya hajat membuka diskusi. Tentang konservasi yang mungkin masih ...

Ramadan penuh berkah, ada diskusi menyoal masa depan. Rektor Unnes yang punya hajat membuka diskusi. Tentang konservasi yang mungkin masih kontroversi. Beberepa saat lalu, konservasi yang jadi identitas Unnes serasa koma.
Diskusi "Masa Depan Unnes Konservasi dalam Perspektif Media di Auditorium Unnes. Foto: Humas Unnes

Kamis sore (17/7) jelang buka puasa senja membalut suasana pelataran Auditorium Unnes, orang – orang berdatangan dan duduk menghadap spanduk berjudul “Masa Depan Konservasi Unnes dalam Perspektif Media.” Diskusi santai yang dibuka langsung oleh Rektor Unnes Fathur Rohman.
Diskusi yang diadakan oleh Humas Unnes guna membuka prespektif publik tentang eksistensi konservasi. “Kita dapat mengenal peradaban dengan konservasi ini, peradaban ini akan muncul jika kita terus berdiskusi dengan berbagai prespektif yang berbeda,” buka Fathur dalam sambutan singkatnya.
“Konservasi, lagi-lagi pasti ngobrol mengenai hal penjagaan portal, mobilitas bus dan tanaman-tanaman atau biasa disebut hutan kampus, memangnya tidak ada yang lain?” Achiar membuka diskusi. Hal tersebut merupakan kegelisahan Achiar M. Permana, Redaktur Tribun Jateng sebagai pemantik diskusi, yang terlihat sangat serius dalam memimpin diskusi.
Sejak resmi dicanangkan pada 12 Maret 2010, Unnes -sebagi Universitas Konservasi- gencar untuk membedakan diri dengan Universitas lain. Terbukti beberapa saat lalu Prof Dr. Sudijono Sastroatmodjo Msi (Rektor Unnes saat itu), menerima penghargaan Kalpataru karena andilnya terhadap Unnes Konservasi pada 9 Juni 2010 dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Namun, bentuk penghargaan besar tersebut belum mampu menjadi tolak ukur Unnes adalah Universitas yang benar-benar Konservasi, karena pada dasarnya konservasi adalah merawat, melindungi, menjaga serta melestarikan lingkungan.
Achiar mencoba memecah paradigma dan prespektif  dari peserta yang hadir dengan duduk bersila dan membawa microphone dengan santai. “Coba kita lihat pernahkan Unnes memikirkan tata letak perumahan warga sekaran? Ketika terjadi longsor di Perumahan Ayodya pada tahun 2006 dan baru-baru saja terjadi di Trangkil yang dekat dengan Rumah Rektor?” jelas Achiar.
Di kehidupan sosial, Unnes yang mendeklarasikan diri sebagai universitas konservasi belum mampu mem-blowup konflik-konflik lingkungan. Seperti kasus pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng, Pembangkit Listril Tenaga Uap (PLTU) di Batang, atau pertanahan Urut Sewu Kebumen. Semestinya jika konsen di bidang lingkungan, hal itu mestinya menjadi topik yang hangat dibicarakan civitas akademi sebagi bahan kajian dan perlawanan, serta peningkatan peran yang termaktub dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Cacatnya, perspektif mahasiswa mengenai konservasi dapat dibilang memprihatinkan. Pengetahuan mahasiswa mengenai konservasi hanya sebatas portal, bus dan hutan, tidak ada yang lain. Padahal di beberapa perkuliahan, bahan ajar mengenai konservasi dan master plan Unnes sebagai universitas konservasi sudah dilakukan.  
Lebih lanjut Presiden Mahasiswa, Prasetyo Listiaji mengungkapkan peran konservasi semakin tahun belum bisa kental sebagai identitas Unnes. “Ibu kos saya pun belum tau manfaat label konservasinya Unnes,” ujarnya.
Diskusi tersebut dihadiri oleh pegawai, UKM, LK dan Aktivis mahasiswa selesai dengan ditandai adzan maghrib berkumandang dan berlangsung ngambang, dengan adanya argumentasi tanpa timbal balik dari pemantik dan beberapa pertanyaan yang belum terjawab.
Selesainya diskusi belum tentu bisa diartikan “benar-benar” selesai. Masih ada sejumlah pertanyaan yang dilempar dalam forum soal apakah konservasi akan berlanjut? Untuk menjadi dan melekat sebagai identitas Unnes?  Eva

COMMENTS

Name

Advertorial Berita buku Cerpen dee lestari Desa Diskusi Editorial event Express Feature film gaya Gazebo HAM Headline Indepth new info infografis Inspirasi Jepret Kampus Komunitas Laporan Utama Musik Nuansa Opini PDF EXPRESS PDF NuansA Pers Liris pgsd pgsd tegal Pilrek pjd polling Populer Profil Puisi reggae Resensi Riset Sastra Sekaran Semarangan Seni Sinema slide Student Journalism supernova Teater Tesa Tradisional Travelista Unnes Wacana Wanita Wawancara
false
ltr
item
BP2M: "Konservasi" yang Makin Melempem
"Konservasi" yang Makin Melempem
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHZcuj-32LVAxZdnduQC9XYpAzV7oblBZMOv_6DCMntqz6PiBK6nMvk-Pv9WkTk2AyUrdn02c1TQI_bLXyiU5N1voFroh2tUBduNC43_hiK_n2rPBdQfOZ3F7ys7sj7h9jRmEm-4irH-w/s1600/Diskusi.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHZcuj-32LVAxZdnduQC9XYpAzV7oblBZMOv_6DCMntqz6PiBK6nMvk-Pv9WkTk2AyUrdn02c1TQI_bLXyiU5N1voFroh2tUBduNC43_hiK_n2rPBdQfOZ3F7ys7sj7h9jRmEm-4irH-w/s72-c/Diskusi.jpg
BP2M
https://bp2m-unnes.blogspot.com/2014/07/konservasi-yang-makin-melempem.html
https://bp2m-unnes.blogspot.com/
http://bp2m-unnes.blogspot.com/
http://bp2m-unnes.blogspot.com/2014/07/konservasi-yang-makin-melempem.html
true
2737708637901590966
UTF-8
Maaf Tulisan tidak di temukan, silahkan kembali ke halaman utama Lihat Semua Baca Selengkapnya Balas Cancel Balasan Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS Perlihatkan Semua RECOMMENDED FOR YOU MENU ARSIP PENCARIAN Kata Kunci yang kamu cari tidak ditemukan. silahkan kembali ke halaman utama Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sept Okt Nov Des Sekarang 1 menit lalu $$1$$ Menit yang lalu 1 hour ago $$1$$ Jam yang lalu Yesterday $$1$$ Hari lalu $$1$$ Minggu lalu Lebih dari satu Minggu