Archive Pages Design$type=blogging

Mari Bicara Soal Kevin

Hampir mirip dengan insiden tersebut, Kevin tokoh dalam film besutan Lynne Ramsay berjudul We Need to Talk about Kevin (2011) melakukan aksi pembunuhan. Kevin adalah tersangka dalam pembunuhan massal di sekolahnya. Termasuk juga membunuh Ayah dan adiknya. Membunuh bagi Kevin seperti menginjak-injak barisan semut. Walau semut yang dibunuh tidak pernah menyentuh apalagi mencuri gula yang dia miliki.


And what are all these people watching on TV? Huh? People like me. (Kevin Khatchadourian)


Die! Die! Die! Die! Die! Die! Die! Die! Die! Die! Teriak Kevin memainkan game. Terlihat Kevin begitu emosional menekan tombol-tombol yang mungkin sedang dia bayangkan sebagai panah. Seperti sedang menjadi aktor pada sebuah permainan dan dia ditugaskan membunuh setiap yang ada di depannya.
Masih ingatkah insiden dalam penayangan perdana film The Dark Knigth Rises, di mana seorang  penonton yang merias diri selayaknya Joker menembaki penonton secara membabi-buta? Baru-baru ini, Elliot Rodger -anak asisten sutradara Peter Rodger yang menggarap film The Hunger Game- juga melakukan hal anarkis tanpa kontrol.
Hampir mirip dengan insiden tersebut, Kevin tokoh dalam film besutan Lynne Ramsay berjudul We Need to Talk about Kevin (2011) melakukan aksi pembunuhan. Kevin adalah tersangka dalam pembunuhan massal di sekolahnya. Termasuk juga membunuh Ayah dan adiknya. Membunuh bagi Kevin seperti menginjak-injak barisan semut. Walau semut yang dibunuh tidak pernah menyentuh apalagi mencuri gula yang dia miliki.
Ketika kejadian pembunuhan itu terjadi, Kevin masih berusia 16 tahun. Sepertinya Kevin membunuh pada saat usianya 16 agar terbebas dari hukuman berat. Karena belum cukup umur dianggap dewasa. Menariknya, Kevin ini adalah seorang jenius. Sejak kecil dia memang memiliki bakat alam untuk menjadi orang hebat.
Sebenarnya, Kevin bukanlah tokoh utama dalam film ini. Melainkan Ibunya, Eva. Film ini mencoba menceritakan bahwa sebuah kejadian terjadi bukan karena kejadian itu terjadi. Tapi karena sebab, ada runtutan yang panjang dari sebuah kejadian.
Satu kepakan sayap kupu-kupu di istana negara, dapat mengakibatkan sebuah badai besar di samudera Atlantik. Bayangkan jika kupu-kupu itu tidak ada. Apakah mungkin akan terjadi badai? Artinya, satu kipasan angin dari sayap kupu-kupu mempengaruhi angin dan terbawa ke samudera Atlantik hingga akhirnya menjadi badai.
Direktur sekaligus penulis naskah Lynne Ramsay seolah sedang berbicara, ini bukan salah Kevin! Meskipun Kevin menjadi tersangka, bukan serta-merta dia melakukan itu karena keinginannya. Melainkan dari masa lalu yang membentuknya hingga menjadi sekarang ini. Seorang pembunuh berdarah dingin.
Cerita berlangsung melalui sudut pandang Eva. Keseharian Eva sendiri seperti sedang dikucilkan oleh orang-orang sekitarnya.Terasa dalam beberapa adegan para tetangga menjauhi Eva, Ibu Kevin. Eva semacam sedang dihukum oleh Kevin. Karena tidak lagi punya keluaraga, Eva seperti berada dalam tekanan besar. Dia tidak tahu harus mencurahkan kepada siapa tentang apa yang dirasakan.
Bakat Alami
Saat Kevin berusia lima tahun, dia tergolong anak yang cerdas. Namun karena lingkunganan rumah yang dipilih keluarga Kevin jauh dari peradaban, Kevin memilih untuk tidak mempunyai teman. Pikirnya, mungkin dia sudah punya sosok ibu yang ada untuknya.
Pada kesehariannya Kevin ditemani Eva ketika belajar atau bermain.”Bukan berarti sering bersama membuat orang nyaman. Apakah Ibu nyaman bersamaku?” kata Kevin retoris. Suasana kurang nyaman antara Kevin dan Eva memang sudah terjadi sejak Kevin kecil.
Isiden besar bermula ketika Kevin –yang hingga berumur enam tahun masih mengenakan popok- memilih pup di popoknya. Hal itu dilakukan Kevin supaya Eva mau mengurusinya. Setelah selesai memakaikan popok pada Kevin, Eva mendapati Kevin pup lagi dengan sengaja.
Siapa tak kesal melihat tingkah orang lain yang tak menuruti aturan? Bahkan seorang ibu pasti punya amarah. Terlepas dari asumsi bahwa ibu memang berjiwa malaikat. Eva dengan begitu kesal membanting Kevin hingga menyebabkan tangan Kevin patah. Bekas luka patah itu coba ditunjukkan Kevin pada Eva ketika menjenguknya di penjara.
Ketika melangsungkan pembunuhan Kevin memilih menggunakan panah-busur untuk membunuh setiap korbannya. Cara itu dipilih Kevin sebagai upaya untuk mengingatkan Eva bahwa dia selalu mengingat momen romantis saat Eva menbacakan buku cerita mengenai Robin Hood si Pemanah. Kevin tahu, itulah satu-satunya sesuatu yang “benar” yang telah dilakukan Eva pada Kevin.
Dendam yang ada pada Kevin memang sudah terbentuk sejak kecil. Sejak dia tidak pernah mendapati sosok ibu yang baik dari Eva. Bahkan ketika kecil, setelah dibelikan mainan berupa panahan, Kevin dengan tatapan mata dendam mengarahkan sebuah anak panah pada Eva yang sibuk dengan urusannya. Bukan malah mengajak bermain.


Sountrack yang dipilih dalam film ini bisa menggambarkan apa yang sedang terjadi. Salah satu lagu yang dipilih adalah dari Washington Phillips, Mother's Last Word To Her Son. Begini beberapa potongan liriknya, now when I think of my mother dear, how often she did, and felt her cheer. My wondering mind was going astray.
Masa dua tahun di penjara, kebanyakan dari pertemuan mereka berdua terlihat kaku. Seperti bukan hubungan antara ibu dan anak. Hanya saja, Kevin terkesan sedang menguji Eva dan seolah berkata, apa yang sudah kau lakukan padaku itulah yang membentukku. (L)

sumber gambar 1
sumber gambar 2
Name

Advertorial Berita buku Cerpen dee lestari Desa Diskusi Editorial event Express Feature film gaya Gazebo HAM Headline Indepth new info infografis Inspirasi Jepret Kampus Komunitas Laporan Utama Musik Nuansa Opini PDF EXPRESS PDF NuansA Pers Liris pgsd pgsd tegal Pilrek pjd polling Populer Profil Puisi reggae Resensi Riset Sastra Sekaran Semarangan Seni Sinema slide Student Journalism supernova Teater Tesa Tradisional Travelista Unnes Wacana Wanita Wawancara
false
ltr
item
BP2M: Mari Bicara Soal Kevin
Mari Bicara Soal Kevin
Hampir mirip dengan insiden tersebut, Kevin tokoh dalam film besutan Lynne Ramsay berjudul We Need to Talk about Kevin (2011) melakukan aksi pembunuhan. Kevin adalah tersangka dalam pembunuhan massal di sekolahnya. Termasuk juga membunuh Ayah dan adiknya. Membunuh bagi Kevin seperti menginjak-injak barisan semut. Walau semut yang dibunuh tidak pernah menyentuh apalagi mencuri gula yang dia miliki.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3S5tD0Vnv9ejhEBKW4tAJsXtjhVlUCxH5zxTuQZoF3j-U5D-au39uN8Sv367-645KYcSlZGyHGOE89J0mi1mnQUb9HW1MvXNpAYlh309lTPR4QiZeL2cz3UKkNyJU3Ytnpw9yR0Aer4w/s640/kevin+and+we+need+to+talk+with+you.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3S5tD0Vnv9ejhEBKW4tAJsXtjhVlUCxH5zxTuQZoF3j-U5D-au39uN8Sv367-645KYcSlZGyHGOE89J0mi1mnQUb9HW1MvXNpAYlh309lTPR4QiZeL2cz3UKkNyJU3Ytnpw9yR0Aer4w/s72-c/kevin+and+we+need+to+talk+with+you.jpg
BP2M
https://bp2m-unnes.blogspot.com/2014/05/mari-bicara-soal-kevin.html
https://bp2m-unnes.blogspot.com/
http://bp2m-unnes.blogspot.com/
http://bp2m-unnes.blogspot.com/2014/05/mari-bicara-soal-kevin.html
true
2737708637901590966
UTF-8
Maaf Tulisan tidak di temukan, silahkan kembali ke halaman utama Lihat Semua Baca Selengkapnya Balas Cancel Balasan Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS Perlihatkan Semua RECOMMENDED FOR YOU MENU ARSIP PENCARIAN Kata Kunci yang kamu cari tidak ditemukan. silahkan kembali ke halaman utama Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agust Sept Okt Nov Des Sekarang 1 menit lalu $$1$$ Menit yang lalu 1 hour ago $$1$$ Jam yang lalu Yesterday $$1$$ Hari lalu $$1$$ Minggu lalu Lebih dari satu Minggu